Jumat, 13 Januari 2012

Untitled

seorang kakek sedang berjalan dan kemudian berhenti di depan sebuah toko.
Kakek itu mencoba memasukkan sebuah surat kedalam patung disana yang dia kira itu adalah kotak pos.

seorang pemuda, anak dari pemilik toko menghampiri kakek tersebut.

"kakek, ini patung.. kotak pos ada disebelah sana.."

"oh., mata saya sudah rusak.. terima kasih nak"

kakek itu membungkuk hormat dan berjalan melewati si pemuda dan mungkin karena kondisinya yang sudah tidak kuat, surat yang dari tadi dia pegang terjatuh. Si pemuda memungut surat tersebut, memperhatikannya sekilas dan dia terkejut.

"maaf kakek, surat ini alamat pengirim dan penerimanya sama.. apa kakek tidak salah tulis..?"

"oh, ini surat untuk istri saya nak, saya harus tetap memberitahunya apapun yang saya lakukan dan apa yg terjadi pada saya hari ini..."

"hah..bukankah hal itu bisa kakek sampaikan langsung saja..?"

"ya., tapi sayangnya itu tidak bisa nak, istri saya sudah tidak ada lagi disini...."

...............

"yaa.. meskipun hidup saya jadi membosankan, saya harus tetap mengirimi dia surat., saya rasa dia mengkhawatirkan dan merindukan saya seperti halnya saya......."

kakek itu tersenyum dan berlalu....






adaptasi dari sepenggal adegan dalam sebuah film berjudul "Solanin".....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar